Apa itu kemampuan kognitif dan mengapa penting?

Anak-anak memiliki keterampilan, minat, dan kekuatan dan kebutuhan belajar yang berbeda. Perbedaan ini menjadi lebih jelas saat anak masuk sekolah dan mulai belajar formal. Di kelas, siswa menunjukkan berbagai karakteristik konseptual, praktis, sosial-emosional, dan fisik. Masing-masing karakteristik ini mempengaruhi cara seorang anak dapat belajar, menafsirkan, menyerap, dan memanfaatkan informasi baru.

Mengidentifikasi, memahami, dan menanggapi kelemahan belajar siswa adalah proses yang kompleks. Sebuah studi di tahun 2004 menunjukkan bahwa hingga 15,3% siswa dari semua rentang usia cenderung memiliki beberapa bentuk kebutuhan pendidikan khusus (Kementerian Kesehatan RI, 2004). Sebuah studi yang lebih baru memperkirakan bahwa rata-rata sepuluh persen anak sekolah berusia 5 sampai 14 tahun, berjuang dengan kesulitan belajar (Melissa, 2013). Sekolah dan keluarga sering mengalami tantangan dalam mengidentifikasi kebutuhan anak, dan menangani kebutuhan tersebut secara efektif. Gagal dalam menjawab kebutuhan pendidikan khusus para siswa ini, apakah mereka sangat berbakat di suatu bidang, atau memiliki kelebihan khusus di bidang tertentu; atau mereka berjuang untuk belajar melalui mekanisme tradisional dan tidak mencapai tujuan pendidikan mereka, mempengaruhi semua pemangku kepentingan di masyarakat kita.

Mengidentifikasi dan memahami kelemahan belajar siswa diperlukan sebuah penilaian terhadap kemampuan kognitif individu dari berbagai faktor yang mempengaruhi. Menyadari pentingnya penanganan aspek kognitif dari isu-isu yang disebutkan di atas, AJT CogTest melibatkan ahli independen Indonesia dan internasional dalam pengukuran psikologis dan kecerdasan manusia untuk mengembangkan baterai uji kecerdasan komprehensif yang dikelola secara individual ini khusus untuk anak-anak Indonesia yang berusia 5 sampai 18 tahun, menggunakan teori kecerdasan modern dari Cattell-Horn-Carroll.

Sebelum AJT CogTest dikembangkan di Indonesia, tes kognitif yang diberikan secara individual hanya model penilaian versi terjemahan yang gagal mencerminkan kemajuan terbaru dalam teori kecerdasan dan psikometrik, dan dikembangkan di luar negeri, yang mana tentu kurang optimal dalam hal konteks budaya dan validitas.

AJT CogTest 1.0 mengevaluasi 8 kemampuan luas yang penting untuk kecakapan belajar:

No

KEMAMPUAN LUAS STRATA (II)

DEFINISI

1

Penalaran Cair (Gf)

Penggunaan prosedur yang disengaja dan terkendali (seringkali membutuhkan perhatian yang terfokus) untuk memecahkan masalah baru "di tempat”, yang tidak dapat dipecahkan dengan menggunakan kebiasaan, skema, naskah yang sebelumnya  pernah dipelajari.

2

Memori Kerja Jangka Pendek (Gwm)

Kemampuan untuk menjaga dan memanipulasi informasi dalam perhatian aktif. Pikiran mental alas atau meja kerja.

3

Efisiensi Belajar (Gi)

Kemampuan untuk belajar dan mengkonsolidasikan informasi baru selama periode waktu diukur dalam hitungan menit, jam, hari dan tahun.

4

Pemrosesan Visual-spatial (Gv)

Kemampuan untuk memanfaatkan stimulasi citra mental untuk memecahkan masalah. Merasakan, membedakan dan memanipulasi gambar dalam "mata pikiran"

5

Pemrosesan Auditori(Ga)

Kemampuan untuk membedakan, mengingat, menjelaskan dan bekerja secara kreatif pada rangsangan pendengaran, yang mungkin terdiri dari nada, suara lingkungan, dan unit ucapan

6

Pemahaman – Pengetahuan (Gc)

Kemampuan untuk memahami dan mengkomunikasikan pengetahuan bernilai budaya; yang mencakup kedalaman dan keluasan baik secara deklaratif maupun prosedural dan keahlian, seperti bahasa, kata, dan pengetahuan umum yang dikembangkan melalui pengalaman, pembelajaran dan akulturasi.

7

Kefasihan Penerimaan (Gr)

Kedalaman, keluasan, dan penguasaan pengetahuan deklaratif dan prosedural yang spesifik (pengetahuan yang tidak dimiliki oleh semua orang).

8

Kecepatan Pemrosesan (Gs)

Kemampuan untuk mengendalikan perhatian yang secara otomatis, cepat dan lancar melakukan tugas kognitif berulang yang relatif sederhana. Kefasihan atau ketepatan atensi yang disengaja.

9

Kemampuan Psikomotorik (Gp)

Kemampuan untuk melakukan gerakan motorik tubuh  yang terampil (misalnya, gerakan jari tangan, tangan, kaki) dengan presisi, koordinasi, atau kekuatan.