Fakta Alat Tes IQ atau Kognisi di Indonesia

Posted by Cloudida

25 April 2018

Fakta Alat tes IQ

Apa yang terlintas dalam pikiran Anda saat mendengar kata kognisi? Bagi sebagian orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan psikologi kemungkinan besar tidak paham sepenuhnya yang dimaksud kognisi. Padahal kognisi berhubungan dengan segala aktivitas yang dihasilkan atas kesadaran dan pemikiran otak. Sehingga kemampuan kognitif adalah kemampuan yang didasarkan atau dilandasi kinerja otak, mulai dari sesuatu yang sederhana seperti mendengarkan bunyi ketuk pintu sampai persoalan kompleks seperti memecahkan suatu permasalahan.

Maka sebenarnya kemampuan kognitif merupakan hal yang mendasar mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang. Untuk mengukur kecerdasan seseorang dirancanglah alat tes oleh para pakar psikolog terdahulu, kini orang lebih mengenal dengan sebutan tes IQ (Intelligent Quotient). Mungkin Anda pernah melakukan tes kecerdasan pada saat di sekolah dasar atau bahkan saat melamar pekerjaan baru-baru ini.

Dalam melakukan tes IQ ada beberapa aspek yang diukur, hasil dari tes IQ ini akan menjadi pertimbangan seorang pengajar untuk mendidik siswanya atau menjadi perhatian orang tua dalam mendidik anaknya. Di banyak kesempatan tes IQ juga digunakan perusahaan dalam perekrutan karyawan serta kelaikkan jabatan karyawan di suatu divisi.

Dari banyaknya alat tes IQ yang digunakan untuk mengukur kecerdasan anak di Indonesia ternyata alat tes IQ tersebut belum sepenuhnya ideal dikarenakan belum berdasarkan latar belakang budaya dan nilai di Indonesia. Alat tes IQ yang tidak dinormakan ke Indonesia akan memberikan hasil penilaian IQ atau kecerdasan dengan standar kecerdasan dimana alat tes IQ tersebut dirancang. Sehingga hasil tes tersebut tidak menggambarkan potret kecerdasan anak tersebut sesuai domisilinya yaitu di Indonesia. Standar yang digunakan saat perancangan tes IQ dilakukan di luar Indonesia, alat tes tersebut akan ideal jika digunakan untuk anak-anak yang berada di sekitar lokasi pengambilan data penelitian atau untuk anak-anak yang tinggal di lokasi dengan budaya yang sama dengan lokasi pengambilan data penelitian alat tes IQ tersebut.

Walaupun beberapa dari alat tes IQ sudah diadaptasi dan ada juga yang dimodifikasi sesuai latar belakang budaya Indonesia, hal ini tidak memberikan validitas dan keakuratan dari suatu hasil tes IQ. Sudah tentu saat melakukan tes IQ, kita ingin melihat hasil tes tersebut merupakan potret kecerdasan anak dengan standar ataupun dalam koridor norma di Indonesia. Bukan potret kecerdasan anak dalam norma di negara lain.

Terlebih lagi tujuan dari dilakukannya alat tes IQ terhadap anak-anak bukan sekadar mengetahui nilai atau skor kecerdasan anak tetapi mengetahui tindakan lebih lanjut yang diperlukan dalam membantu membangun masa depan anak berdasarkan kemampuan kognitif serta potensi yang dimiliki anak. Hal ini juga menjadi pembelajaran bagi para tenaga pendidik untuk dapat berinovasi dalam memberikan materi pembelajaran untuk anak didik. Jangan sampai hasil tes IQ malah mendiskreditkan kemampuan anak yang berdampak negatif terhadap upaya belajar anak karena anak sudah tidak percaya diri dan enggan berusaha lebih. (/cl)

Source : berbagai sumber